Minggu, 09 Februari 2020

Literasi di Era Globalisasi

M0119055 Lutfia Kartika Sari Penulisan Mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  1. Latar Belakang
Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization”, Literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.
Sedangkan globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan menghubungkan antara masyarakat di suatu negara dengan masyarakat di negara lainnya diseluruh dunia. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang di dunia juga mengalami dampak dari pesatnya pengaruh globalisasi. Sebagaimana yang terjadi di negara lain, globalisasi memberi pengaruh terhadap tatanan kehidupan masyarakat indonesia.
Secara cepat maupun lambat globalisasi dapat mempengaruhi prinsip dan identitas kebudayaan indonesia.Namun sayangnya indonesia saat mengalami krisis literasi, masyarakat indonesia seakan enggan dan tidak perduli betapa pentingnya budaya literasi di tengah derasnya arus globalisasi. Padahal literasi sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat yang berkarakter. 

  1. Tujuan
Tujuan artikel berjudul "Literasi di Era Globalisasi" yaitu untuk menjelaskan pentingnya literasi di dalam era globalisasi, dimana sebagian besar mahasiswa menggunakan jejaring sosial dan dapat dengan mudah mengakses segala hal, namun masih saja mahasiswa memiliki minat yang rendah terhadap literasi.

  1. Pembahasan
Pada era globalisasi ini perlu adanya upaya untuk meningkatkan minat literasi, terutama pada mahasiswa. Menyikapi hal tersebut, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kelas literasi informasi bertajuk How to Access e-Resources yang dilaksanakan dengan peserta yang hadir berasal dari para akademisi, terdapat mahasiswa S1, Pascasarjana, bahkan S3. Kelas ini diselenggarakan atas dasar pentingnya mahasiswa memahami akses jurnal, serta menyampaikan materi berupa gambaran umum jurnal yang sering diakses oleh mahasiswa, materi teknis seperti deskripsi-deskripsi jurnal, cara masuk dan mengakses suatu jurnal, dan digital library UNS, langkah-langkah bagaimana cara mengakses jurnal Scopus.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Ravik Karsidi mewisuda 1.019 orang lulusan program diploma sampai doktor di Gedung Auditorium UNS, Sabtu (15/12/2018). Dalam sambutannya, Rektor UNS mengajak wisudawan/ wisudawati untuk tetap berpegang teguh pada rasionalitas dan daya nalar sebagai kaum intelektual. Salah satu caranya dengan menjaga tradisi literasi di tengah pergaulan global seperti saat ini. Hal ini bukan hanya sekedar membaca dan menulis, namun Ravik mengatakan para mahasiswa juga harus menguasai literasi baru yang mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi SDM. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Bekerja berbasis teknologi dapat menciptakan hasil yang maksimal.

Sebagai bentuk nyata upaya meningkatkan minat literasi pada mahasiswa Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) membangun taman literasi. Serta taman literasi yang telah dibangun atas kerja sama UNS dan BNI telah resmi disahkan oleh Rektor UNS pada Rabu (11/12/2019). Peresmian taman literasi tersebut dihadiri oleh rektor UNS, kepala perpustakaan, dan lainnya. Selain itu UNS pernah mengadakan acara yang bertajuk Increasing Disaster Literacy Towards Resilient Communities” ini dilaksanakan di Puri Kencono Ballroom Hotel Lorin, Solo pada Sabtu (31/8/2019).

  1. Kesimpulan
Literasi merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh masyarakat pada era globalisasi ini. Namun tingkat kesadaran akan pentingnya literasi masih sangat rendah. Sehingga kita sebagai mahasiswa harusnya berupaya meningkatkan kesadaran pentingnya literasi dengan hal-hal yang sederhana seperti mengikuti workshop bertemakan literasi, ataupun setiap hari melakukan literasi. 

Sumber :

Selasa, 04 April 2017

Laporan Pembelajaran Museum Sangiran



Laporan Pembelajaran Museum Sangiran 

Hasil gambar untuk foto sangiran    
 
Hari, Tanggal Pelaksanaan      :  Kamis, 02 Maret 2017
Tempat Pelaksanaan                :  Museum Sangiran
Siswa yang melaksanakan       :  Siswa kelas x sman 2 magelang
Tujuan Kegiatan                      :  Untuk mengetahui asal usul nenek moyang Indonesia
Hasil Pelaksanaan,
A.    Profil Museum Sangiran
Balai pelestarian situs manusia purba sangiran adalah unit pelaksana teknis di lingkungan kementrian pendidikan dan kebudayaan yang mempunyai tugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs manusia purba.
 Sangiran terletak di Kabupaten Sragen (meliputi 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Kalijambe, Gemolong dan Plupuh serta Kecamatan Gondangrejo) dan kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.Sangiran terletak di desa Krikilan, Kec. Kalijambe ( + 40 km dari Sragen atau + 17 km dari Solo) situs ini menyimpan puluhan ribu fosil dari jaan pleistocen ( + 2 juta tahun lalu).
               Sejarah Museum Sangiran bermula dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Von Koeningswald sekitar tahun 1930-an. Fosil-fosil tersebut kemudian dikumpulkan di Pendopo Kelurahan Krikilan namun karena jumlahnya yang banyak maka pada tahun 1974 Gubernur Jawa Tengah melalui Bupati Sragen membangun museum kecil di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Saragen di atas tanah seluas 1000 m². Museum tersebut diberi nama “Museum Pestosen”. Sementara itu pada tahun 1977 dibangun juga sebuah museum di Desa Dayu, Kecamatan Godangrejo, Kabupaten Karanganyar. Museum tersebut diberi nama “Museum Dayu”. Tahun 1983 pemerintah pusat membangun museum baru yang lebih besar di Desa Ngampon, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kompleks Museum ini didirikan di atas tanah seluas 16.675 m². Selanjutnya koleksi yang ada di Museum  Plestosen Krikilan dan Koleksi di Museum Dayu dipindahkan ke museum yang baru ini. Hingga saat ini museum sangiran mengalami banyak kemajuan dan pengembangan bangunannya.



B.     Hasil pembelajaran
Museum Sangiran memiliki 3 ruang pameran dan setiap ruang menampilkan hal yang berbeda. Ruang pamer 1 bertema kekayaan Sangiran dan berbagai fosil yang ditemukan di daerah Sangiran dan menampilkan proses evolusi manusia purba. Ruang pamer 2 bertema langkah-langkah kemanusiaan dan berisi diorama manusia purba serta profil para peneliti. Ruang pamer 3 bertema tentang Homo Erectus dan berisi replika kehidupan species Homo erectus.
ΓΌ  Koleksi Museum Sangiran
1.       Fosil manusia
Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus, Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens .
 
Hasil gambar untuk foto manusia purba di sangiranGambar terkait
2.       Fosil binatang bertulang belakang
Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba).
3.       Fosil binatang air
Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypoda dan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera
4.       Batu-batuan
Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis.
5.       Alat-alat bantu manusia purba yang berupa  batu
serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak.

·         Koleksi lainnya yang ada di Museum Sangiran
a)      Fosil kayu yang terdiri dari:
1. Fosil kayu                                                                                                           
    2.  Fosil batang pohon
b)      Tulang hasta (Ulna) Stegodon Trigonocephalus
c)      Tulang paha
d)     Tengkorak kerbau
e)      Gigi Elephas Namadicus
f)       Fragmen gajah purba
g)      Tulang rusuk (Casta) Stegodon Trigonocephalus
h)      Ruas tulang belakang (Vertebrae)
i)        Tulang jari (Phalanx)
j)        Rahang atas Elephas Namadicus
k)      Tulang kaki depan bagian atas (Humerus)
l)        Tulang kering
m)    Fosil Molusca
a.       Klas Pelecypoda
b.      Klas Gastropoda
n)      Binatang air (Tengkorak buaya (Crocodilus Sp.), Kura – kura (Chlonia Sp.), Ruas tulang belakang ikan)